Rabu, 28 November 2012

Etika Bisnis Dalam Islam

Islam mengatur agar persaingan di pasar dilakukan dengan adil, sehingga seluruh bentuk transaksi yang menimbulkan ketidakadilan dilarang, yaitu:
a. Talaqqi rukban dilarang karena pedagang yang menyongsong di pinggir kota akan memperoleh keuntungan dari ketidaktahuan penjual dari daerah pinggiran atau kampung akan harga yang berlaku di kota. Mencegah masuknya pedagang desa ke kota ini (entry barrier), akan menimbulkan pasar yang tidak kompetitif.
b. Mengurangi timbangan atau sukatan dilarang, karena barang dijual dengan harga yang sama untuk jumlah yang lebih sedikit.
c. Menyembunyikan barang cacat karena penjual mendapatkan harga yang baik untuk kualitas yang buruk.
d. Menukar kurma kering dengan kurma basah dilarang, karena takaran kurma basah ketika kering bisa jadi tidak sama dengan kurma kering yang ditukar tersebut.
e.  Menukar satu takaran kurma kualitas bagus dengan dua takar kurma kualitas sedang dilarang, karena setiap kualitas kurma mempunyai harga pasarnya.
f.  Transaksi Najasy dilarang, karena si penjual menyuruh orang lain memuji barangnya atau menawar dengan harga tinggi agar orang lain tertarik.
g.  Ikhtikar dilarang, karena bermaksud mengambil keuntungan di atas keuntungan normal dengan menjual lebih sedikit barang untuk harga yang lebih tinggi.
       h.   Ghaban Fahisy dilarang, karena menjual di atas harga pasar.

Sumber: http://muhakbarilyas.blogspot.com/2012/04/etika-bisnis-dalam-islam.html

Contoh Pelanggaran Etika Bisnis 1

JAKARTA - Pimpinan Komisi XI DPR, menilai aksi korporasi yang dilakukan anak perusahaan Temasek Group melalui transaksi pembelian bersyarat DBS Group atas kepemilikan saham Fullerton Financial Holding, Pte Ltd (FFH) di Asia Financial Indonesia (FFI) pemilik 67,37 persen saham Bank Danamon melanggar norma dan etika berbisnis.

Pelanggaran etika itu terlihat pada dua bank yang beroperasi di Indonesia yaitu Bank Danamon dan DBS Bank sama sekali tidak mencantumkan rencana akuisisi dan merger usaha dalam rencana bisnis bank (RBB) yang diminta Bank Indonesia pada akhir 2011 lalu.

"Memang tidak ada aturan perbankan yang dilanggar tetapi secara etika DBS dan Temasek telah melanggar azas kepatuhan bisnis perbankan dan etika pasar modal," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR, Achsanul Qosasi di Jakarta, Kamis (19/4).

Menurut Achsanul, aksi korporasi DBS sebagai langkah strategis untuk memiliki Bank Danamon. AFI diuntungkan karena memberikan kontribusi positif terhadap Fullerton yang merupakan milik Temasek dan hal ini merupakan aksi internal yang saling menguntungkan sesama Group Temasek.

"Transaksi ini memang belum terjadi dan mestinya bersifat rahasia, dengan bocornya aksi ini maka saham Danamon meningkat 40 persen. BI harus hati-hati menyikapinya, izin akuisisi harus diteliti dengan baik apalagi aksi ini tidak dimasukan dalam business plan mereka," kata Achsanul.

Bank sentral selaku regulator diminta mencermati perubahan pemegang saham pengendali secara utuh dari Fullerton ke DBS.

Obligasi Rekapitalisasi

Dia mengatakan, Bank Danamon hingga saat ini masih tercatat sebagai salah satu bank penerima obligasi rekapitalisasi dari pemerintah saat krisis moneter 1998 lalu, sehingga tiap tahun bank tersebut menerima bunga dari obligasi yang dibayarkan melalui Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Danamon kata Achsanul tercatat masih memiliki 32 triliun rupiah obligasi rekapitalisasi. Hal itu harus disadari pemegang saham Danamon, kalau bank itu merupaan bagian dari investasi pemerintah dan rakyat Indonesia.

"Lemahnya aturan perbankan kita membuat orang asing seenaknya melecehan otoritas keuangan Indonesia," kata Achsanul.

BI tambahnya, mesti berani membatasi dan membuat syarat-syarat yang khusus agar pihak asing tidak mudah mengambil alih perbankan Nasional. Aturan yang ada saat ini sangat liberal, sehingga memudahan investor asing mengakuisisi bank nasional. Sebab itu, Komisi XI akan merevisi undang-undang perbankan dan Undang-undang BI agar ke depan determinasi asing terhadap perbanan bisa dibatasi.

Wakil Ketua Komisi XI DPR lainnya, Harry Azhar Aziz mengatakan dalam revisi UU perbankan Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2012. Dalam revisi UU tersebut, DPR berencana membatasi kepemilikan asing di bank nasional. Kemudian, akan diatur mengenai batas waktu kapan divestasi saham bisa dilakukan dan regulasi resiprokal juga akan tertuang didalamnya.

"Itu akan jadi perdebatan, kita lihat saja ke arah mana perdebatan tapi saya akan mengusulkan tentang aturan tersebut," kata Harry.

Sumber: koran-jakarta.com

Program CSR PT. Krakatau Steel





Analisis


Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.
PT. Krakatau Steel adalah salah satu perusahaan yang memiliki program CSR dalam program perusahaan nya. Perusahaan baja Krakatau Steel telah menjadi perusahaan yang mendunia. Menempati suatu wilayah di tepian Barat Jawa, eksistensi Krakatau Steel selalu bergerak beriringan dengan dinamika wilayahnya. Seperti dua sisi mata uang, Krakatau Steel dan Kota Cilegon adalah satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan. Keduanya sama-sama ingin bertumbuh dan berkembang sesuai dengan visi, misi dan tanggung jawab yang diembannya. Program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility berperan menjembatani kesatuan ini. Meski telah menjadi perusahaan dengan status Terbuka, mayoritas saham masih tetap dimilki Negara. Pelaksanaan CSR di Krakatau Steel juga terikat dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003, yang intinya bahwa perusahaan BUMN perlu juga melakukan pembinaan terhadap usaha kecil, koperasi, dan masyarakat sekitar BUMN. Pro Growth, Pro Poor, Pro Job, dan Pro Environment adalah empat pilar utama yang diemban oleh Krakatau Steel. Tekad Krakatau Steel ini secara berkesinambungan terus kami lakukan. Melalui unit kerja tersendiri, yakni Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan mereka telah menggulirkan banyak dana sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap perkembangan sektor usaha kecil dan menengah, serta koperasi. Tak ketinggalan, pembinaan lingkungan pun menjadi perhatian kami. Sebagai gambaran, tahun 2011 lalu, mereka telah menanamkan setidaknya 200.000 bibit pohon baru. Sepuluh jembatan gantung untuk membuka akses bagi daerah terpencil dan beasiswa pendidikan bagi ribuan anak bangsa untuk kelangsungan belajarnya. Dan beberapa kegiatan lainnya yang mereka lakukan sebagai CSR saya berikan seperti pada digambar.

Sumber: Wikipedia dan Buku CSR Krakatau Steel

Selasa, 23 Oktober 2012

Etika Bisnis Adalah..

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat.
Etika adalah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan seseorang.

Etika bisnis kadang-kadang disebut pula etika manajemen, yaitu penerapan standar moral dalam kegiatan bisnis. Jadi, Etika bisnis adalah keseluruhan dari aturan-aturan etika, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang mengatur hak-hak dan kewajiban produsen dan konsumen serta etika yang harus dipraktekkan dalam bisnis. Etika bisnis mencakup hubungan antara perusahaan dengan orang yang menginvestasi uangnya dalam perusahaan, dengan konsumen, pegawai, kreditur dan pesaing. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.


Menjaga etika adalah suatu hal yang sangat penting untuk melindungi reputasi perusahaan. Masalah etika ini selalu dihadapi oleh para manajer dalam keseharian kegiatan bisnis, namun harus dijaga terus menerus, sebab reputasi sebuah perusahaan yang etis tidak dibentuk dalam waktu pendek tapi akan terbentuk dalam jangka panjang. Dan ini merupakan aset tak ternilai sebagai good will bagi sebuah perusahaan. Suatu trademark istimewa dalam competitive advantage.




sumber : Wikipedia

Selasa, 16 Oktober 2012

Friendzone (??!)




Friendzone..
Hmmmm, menurut gue fenomena tersebut merupakan kejadian yang cukup'WAW'. Entah apakah dijaman dahulu sudah ada atau tidak pernah ada mengenai fenomena ini. Tapi, kalau jaman dulu memang belum ada, waaaahh.. berarti anak jaman sekarang itu kreatif nya terlalu tega yaaa :p hehe. Yeah, its really really interesting. Karena, gue jadi berasa ingin getok kepala si pelaku sambil bilang "heiii..sadar hei..".

Saat mendengar kata Friendzone, gue sih gak terlalu ngerti maksudnya. Tapi, saat mendengar kasusnya, gue hanya bisa tertawa dan mengangguk-angguk kan kepala. It's sounds like, 'woogh, I know who it is..' *sambil ketawa-tawa ngebayangin* (whoops)
Kembali ke pembahasannya, sebenarnya di page ini, gue bukan untuk memberikan penjelasan tentang friendzone secara tepat. Karena gue menemukan blog pembahasan Friendzone yang keren banget guys! ( Di sini ) dari penjelasan blog tersebut, tersirat harapan gue, semoga para pelaku bisa menyadari ya bahwa sikap mereka itu tidak terlalu baik, guys.

Intinya, apapun yang dipikirkan oleh si pelaku pembuat friendzone tersebut, gue cuma mau bilang 'jangan gitu-gitu amat deh ya..' terkadang tersirat pula agar si pelaku tidak pernah mengulangi ke-khilafan-nya ya.
Dan untuk gambar yang saya tampilkan di atas, adalah gambar yang menampilkan tentang bagaimana caranya untuk lepas dari 'lingkaran ketegaan' tersebut (pastinya ini untuk para korban ya...). Kalian bisa kunjungi sumber.
Terimakasih atas perhatiannya dalam page iseng-iseng ini. Semoga gak berlanjut ya fenomena ini ;).


Sumber :  http://www.wikihow.com/Escape-the-Friend-Zone

Persiapan dan Perencanaan

Prinsip 1: Strategi harus sederhana. Semakin rumit strategi itu kita buat, mungkin akan semakin sulit untuk diimplementasikan atau diadaptasikan ke lingkungan pasar kita yang senantiasa berubah-ubah.
Prinsip 2: Strategi harus cepat. Sebuah strategi sebaiknya tidak menghabiskan banyak waktu dalam proses penyusunannya, apalagi dalam pelaksanaannya. Salah satu kemajuan di bidang strategi dalam satu dekade terakhir adalah penekanan pada struktur yang fleksibel, mudah digunakan, dan cepat beradaptasi. Semua orang dapat menggunakan sistem strategi yang luar biasa kuat ini, dan mengaplikasikannya ke situasi mereka saat ini, tanpa peduli apakah mereka pemimpin perusahaan, tenaga penjual profesional, atau orang yang tidak puas dengan kecepatan yang diberikan oleh pendekatan strategi dan perencanaan mereka yang sekarang ini.
Prinsip 3: Strategi harus dapat membuahkan hasil dengan segera, nyata, dan dapat diukur. Kata-kata penting yang harus diingat di sini adalah: Seberapa Cepat, Seberapa Besar!
Bisakah Anda mencapai dan mempertahankan kesuksesan TANPA perencanaan dan strategi? Tentu bisa! Namun, jika pendekatan Anda yang sekarang tidak menghasilkan tingkat kesuksesan sesuai keinginan Anda, barangkali Anda perlu mempertimbangkan pendekatan yang sangat sederhana untuk strategi dan perencanaan yang dapat menghasilkan perbedaan dan terukur secara cepat dan tepat.
Ingatlah selalu, jika dilakukan dengan benar, strategi dan perencanaan akan mengantisipasi penyesuaian dan perubahan yang merupakan elemen penting dalam hidup. Faktanya, konsep strategi mungkin merupakan satu-satunya proses yang tidak hanya menerima perubahan, tetapi juga bergantung pada perubahan itu sebagai Keuntungan Kompetitif. Jika bukan karena TANTANGAN dan PERUBAHAN, yang memengaruhi upaya perencanaan semua orang, maka semua orang akan menjadi MILYARDER dengan upaya minimal. Tantangan dan perubahan inilah, yang pada kenyataannya benar-benar membuat seseorang kuat. Pilihannya ada di tangan Anda — terus mendapatkan apa yang saat ini Anda miliki ATAU mengembangkan segala kemungkinan.

Sumber : wuryanano.com

Do something Best, for Being Something

Kesuksesan ternyata dipengaruhi pula oleh perilaku yang tentunya harus hebat. Apa sajakah perilaku tersebut? Perhatikan dibawah ini :)

  • Disiplin
    • Disiplin adalah perilaku terkendali, merupakan hasil dari pelatihan dan pengendalian diri. Anda sudah membuat keputusan untuk mencapai target-target Anda. Bersikap disiplin berarti Anda tidak akan melepaskan target Anda.
    • Disiplin telah mengajari bahwa kehidupan bisnis tidak selalu mulus, dan akan ada masa-masa sulit. Pengalaman telah mengajari, bahwa dengan bersikap disiplin, Anda dapat melalui masa-masa sulit itu. Anda tetap semangat mengejar target sasaran Anda, dan fokus Anda tidak pernah goyah.
  • Fokus
    • Jika Anda tidak tahu arah mana yang Anda tuju, maka perusahaan Anda akan mengalami kesulitan untuk fokus kepada target sasaran yang diinginkan.
    • Tanpa perspektif yang jelas, Anda tidak dapat fokus pada hasil yang didambakan. Terlalu mudah untuk menjadi terganggu, tidak teratur, dan tidak konsisten.
  • Ketekunan
    • Definisi ketekunan adalah sebagai kelanjutan dari suatu dampak setelah penyebabnya disingkirkan. Begitu Anda meluangkan waktu untuk menciptakan suatu strategi dan menerapkan suatu rencana bisnis, maka target Anda menjadi jelas.
    • Jika Anda disiplin dan fokus, maka dengan ketekunan itu akan memungkinkan Anda untuk melihat segala rintangan yang tidak terencana, BUKAN sebagai masalah, melainkan sebagai peluang. Anda menjaga mata tetap tertuju pada tujuan. Anda mencoba berbagai hal yang berbeda untuk mengatasi rintangan-rintangan ini. Anda tahu ke arah mana Anda pergi. Anda tahu Anda tidak dapat dihentikan.
    • Anda tahu bahwa ketekunan Anda adalah yang menggerakkan Anda ke depan. Anda akan menemukan cara untuk mengatasi rintangan apa pun, dan terus berjalan penuh semangat.
  • Kepemilikan
    • Kepemilikan adalah sebuah kondisi sebagai seorang pemilik. Ini bermakna memegang hak secara hukum untuk memiliki sesuatu, tidak hanya benda nyata, tetapi juga impian, target, bisnis, dan hidup Anda. Anda siap menghadapi apa pun yang dilemparkan kehidupan ke arah Anda.
    • Kepemilikam berhubungan dengan perubahan, membuat perubahan untuk bergerak maju, mengubah perilaku untuk terus bergerak maju, mengubah perilaku yang tidak berjalan dengan baik, serta menghadapi dunia seperti apa adanya.
    • Anda merupkan pemilik dari hasilnya, karena Anda memiliki kejelasan tentang ke arah mana yang ingin Anda tuju, dan Anda mengambil kepemilikan untuk hal itu.
    • Dengan kepemilikan, Anda tahu bahwa jika Anda tidak mendapatkan hasil yang Anda inginkan, Anda dapat mengambil tindakan dan mengubah hasil itu.
    • Kepemilikan begitu memberdayakan. Anda tahu bahwa jika Anda tidak memiliki keahlian, Anda dapat belajar atau mempekerjakan orang lain untuk mengajarkan kepada Anda.
  • Egoisme
    • Maksud egoisme di sini bukanlah mengacu pada perilaku kekanak-kanakan yang menyatakan bahwa segala sesuatu adalah “milik saya, milik saya, milik saya”, melainkan mengacu pada egoisme dewasa yang memungkinkan untuk membuat keputusan berdasarkan hasil yang ingin didapatkan.
    • Bersikap egois berarti bertanya, “Bagaimana saya dapat melindungi waktu, energi, dan uang saya, sehingga saya hanya menghabiskannya untuk hal-hal yang akan membawa saya lebih dekat ke tujuan saya?”
    • Jenis egoisme ini memungkinkan Anda untuk memastikan sumberdaya berharga Anda, hanya digunakan untuk aktivitas yang menguntungkan bisnis dan perusahaan Anda.
  • Orientasi Hasil
    • Hasil berarti berakhir dengan cara tertentu. Begitu Anda mendefinisikan target hasil yang ingin dicapai, dan bagaimana Anda ingin segala sesuatu berakhir, maka Anda dapat mengambil kepemilikan untuk menciptakan hasil yang Anda inginkan.
    • Jika Anda tidak mendapatkan hasil yang diinginkan, Anda kembali pada ketekunan, kepemilikan, fokus serta disiplin, dan tahu bahwa Anda memiliki keterampilan, dorongan, hasrat, pengetahuan, dan peta jalan yang akan membawa Anda ke mana pun Anda mau.
    • Hasil hanyalah satu cara untuk mengukur kesuksesan, entah Anda menyelesaikan pekerjaan itu atau tidak. “Tidak ada yang namanya mencoba; yang ada hanya melakukan.”
  • Fokus pada Manusia
    • Semua orang sukses mengerti bahwa kesuksesan mereka datang bersama dan melalui orang lain. Orang sukses mengakui para individu ini, menghargai mereka atas kontribusinya terhadap hasil itu, yang mengantarkannya pada kesuksesan, dan mereka juga akan mengemban tanggung jawab atas segala sesuatu yang tidak berhasil.

     
Sumber : wuryanano.com